29.11.09

Cerpen Bu Milha part I




Masalah, masalah, dan masalah. Memang beberapa terlihat membahagiakan, tapi justru yang membahagiakan itulah titik berat masalahnya.

Pertama, si wanita lugu jatuh cinta pada si pria brengsek.
Kedua, si wanita lugu berhasil melihat sisi lain dari si pria brengsek diluar topeng 'pria brengsek'nya.
Ketiga, si pria brengsek yang awalnya tak menghiraukan kedatangan si wanita lugu, akhirnya luluh dan menyerahkan separuh hatinya pada si wanita lugu, sekaligus berjanji untuk melepaskan status 'pria brengsek' itu selamanya.
Keempat, mereka bersatu.
Dan kelima, sahabat dari si wanita lugu tak mempercayai kalau si pria brengsek telah melepaskan dan merelakan status playboy kelas hiunya--kakap belum cukup--selamanya.

Tapi setiap masalah pasti ada penyeselaiannya, iya kan?

"Aniyo[b][1][/b]. Aku tidak akan rela sahabat baikku dipermainkan oleh playboy kelas hiu sepertinya. Apalagi kau, Yuna-ya. Tak sadar kah kau siapa dia? Jangan kau jatuh padanya hanya karena wajahnya. Lihat siapa dia, lihat kehidupannya. Kau hanya akan dipermainkan olehnya, percayalah padaku."

Park Ryuki. Sahabat si wanita lugu yang tak rela sahabatnya jatuh ke pelukan si pria brengsek. Dan dia inilah yang membuat semuanya bermasalah. Ketidak percayaannya pada si pria brengsek membuat semuanya tidak sesimpel yang si wanita lugu kira.

Tapi, si wanita lugu tak akan menyerah begitu saja, tentu. Dia akan memperjuangkan cintanya, tapi dia juga tetap akan mempertahankan persahabatannya dengan Ryuki yang sudah dijalaninya sejak mereka berdua bahkan belum lancar berbicara.

Dia tahu, si pria brengsek, err haruskah sekarang kita harus mengganti namanya dengan si mantan pria brengsek? Ah, baiklah.

Si wanita lugu yakin, bahwa kekasihnya, si mantan pria brengsek itu mencintainya, dan rela menjadi seorang pria dengan satu wanita. Tak seperti dulu. Dulu, dengan topeng pria brengseknya itu, dia dengan gampangnya berganti pasangan. Hanya dalam hitungan menit, banyak wanita-wanita yang rela berbuat apa saja untuknya. Lalu dia mengencaninya. Lalu setelahnya? Yah, wanita-wanita itu dicampakkannya, dibuangnya, ditinggalkannya dan dia bertingkah seperti tak pernah bertemu mereka, apalagi berkencan dengan wanita-wanita itu. Brengsek, eh? Sangat.

Tapi sekali lagi, itu dulu. Itu topengnya. Dan dibalik topeng itu, dibalik senyuman mautnya, dibalik keceriaannya, ada sisi dimana terpampang sesosok pria rapuh. Pria yang sangat membutuhkan kasih sayang. Dan sisi itulah yang berhasil dibuka oleh si wanita lugu dan membuatnya jatuh pada si mantan pria brengsek.

Dan si wanita lugu pun sangat percaya jika suatu saat nanti--walaupun dia sendiri tak tahu kapan--, Ryuki akan percaya padanya dan juga akan percaya pada si mantan pria brengsek.

Si wanita lugu akan memperjuangkan segalanya. Sahabatnya. Cintanya.

"Kau tak mengerti, Ryuki-yang. Aku tau dia sangat tampan, tapi aku mencintainya bukan karena dia tampan apalagi karena hartanya. Tapi karena dia membutuhkanku, dan begitupun sebaliknya. Semua yang kau katakan tadi itu hanyalah topengnya. Topeng untuk menutupi segala masalahnya, segala kelemahannya. Aku sudah menemukan sisi lainnya. Mungkin kau belum tau sekarang, tapi kau pasti mengerti, nantinya. Kalau tak percaya padaku, mungkin kau bisa tanya Yehyun-ah. Dia temannya kan? Malah saudara beda orang tua, kurasa. Dia pasti tau, dia pasti mengerti."

Im Yuna, si wanita lugu. Sangat lugu. Masih percaya tentang dongeng para peri, cinta es krim dan marsmellow, sahabat Ryuki sejak kecil, dan tentunya, cinta pada si mantan pria brengsek.

Yehyun? Ya, Cho Yehyun. Kekasih Ryuki, dan teman baik si mantan pria brengsek. Mungkin bisa dibilang saudara berbeda orang tua. Bagaimana tidak? Mereka sudah mengenal satu sama lain bahkan sebelum mereka mulai belajar berjalan, sama seperti Yuna dan Ryuki. Dan Yuna yakin, Yehyun bisa menjelaskan segalanya pada Ryuki. Semoga dia mengerti.

"Mungkin. Tapi aku tetap memperingatkanmu, Yuna-ya. Hati-hati pada si hiu brengsek itu." Ryuki mengetuk-ketukkan sendok tehnya ke meja. Merasa frustasi dengan masalah ini.

"Ah!" kata Yuna sambil mengecek jam tangannya.

"Aku harus pergi. Sampai bertemu nanti. Dan Ryuki-yang, kau tetap sahabat terbaikku, apapun yang terjadi." Yuna pun bangkit dari tempat duduknya, membayar makanannya, lalu pergi meninggalkan restauran yang dari beberapa jam yang lalu digunakannya untuk membicarakan masalah dia dan si mantan pria brengsek itu dengan Ryuki.

Disisi lain, Ryuki menggeleng-gelengkan kepalanya dan matanya terus mengikuti tubuh Yuna yang lambat laun menghilang. Sungguh, ia sama sekali tak mempercayai semua ini. Sama sekali tak percaya dengan apa yang didengarnya. Yuna? Si gadis lugu? Jatuh ke pelukan si pria brengsek itu? Dan kata Yuna, begitu juga sebaliknya, si pria brengsek itu membutuhkan Yuna? Ah sangat tak bisa dipercaya. Apalagi mendengar kata-kata Yuna yang mengatakan kalau... Si pria brengsek itu telah melepaskan status playboynya dan menjadi pria dengan satu wanita? Omong kosong. Tak dapat dipercaya.

"Yehyun. Ne[b][2][/b], Yehyun." Ryuki pun mengikuti jejak Yuna tadi. Membayar, lalu pergi. Tujuannya sekarang? Kantor Yehyun, tentu.




"Dia tak percaya."

"Tak apalah, untuk sementara. Yang penting, kau tak apa kan? Dia tak memutuskan persahabatan kalian? Kalau sampai dia berbuat itu, mungkin aku akan mengalah. Walaupun aku tau, hidupku tak akan berarti sesudahnya." Dia menarik napas dalam-dalam, dan menghembuskannya. Lalu jari-jemarinya mengetuk-ketuk stir mobil yang sedang dipegangnya.

24.9.09

SoEul FanFiction (Part 2-End)

Ehm. Ini lanjutannya :P

--------------------------------------------

"Chu Ga Eul, maukah kau menikah dengan si brengsek So Yi Jeong ini?"

Orang gila macam apa yang melamar kekasihnya dengan menyertakan 'si brengsek' didepan namanya? Hanya makhluk setengah dewa ini saja, kurasa.

"Si brengsek So Yi Jeong? Aku tak mau. Mungkin aku akan mempertimbangkannya ulang jika kau merubah namamu," kataku sambil tersenyum lebar.

"Ah kau ini hahaha. Oke oke. Kembali serius. Ehm ehm. Chu Ga Eul, maukah kau menikah dengan pengrajin keramik yang bernama So Yi Jeong yang dulunya adalah seorang Cassanova bodoh dan berjanji akan berhenti dan tidak akan pernah lagi menjadi seorang Cassanova jika wanita yang ada di hadapanku ini mau menikah denganku?"

Dasar gila.

"Kau sakit? Atau...gila?" Kataku sambil tertawa.

"Aku gila. Aku gila karenamu, Ga Eul yang."

Aku mematung lagi.

"Jadi?" Tanyanya penasaran.

"Aku tak akan pernah mau menjawab tidak, So Yi Jeong," kataku.

Dia meraih tanganku, menyelipkan cincin itu pada jari manisku. Jantungku rasanya mau melompat dari tempatnya.

Dia berdiri dan memelukku. Lalu berkata dengan lembut, "now, you're mine and i'm yours, Ga Eul yang."

Aku melepaskan pelukannya dan menatap wajah setengah-dewanya itu.

"Bukankah sudah dari lama?" kataku menggodanya sambil tersenyum.

"Ah kau ini." Dia menarikku dalam pelukannya lagi dan akhirnya...dia menciumku.

Hari yang sangat indah, kau tahu.

--------------------------------------------

Gue gak bertanggung jawab atas adanya ke-ilfeel-an, kegilaan atau apapun yang terjadi setelah baca FF aneh ini hahaha. Ok. Byeee!

SoEul FanFiction (Part 1)

FanFic One-Shot pertama sekaligus FanFic BBF pertama. Check it out :)

SOEULMATE!

Judul: It's Exactly Not A Dream

Genre: Romance/Comedy

Timing: Beberapa menit abis BBF After Story yang episodenya Yi Jeong

Warning: OOC yang berlebihan

Rating: T/PG-13

Disclaimer: Semuanya bukan punya gue. Gue cuman minjem karakter dan nerusin plot yang udah ada

Authoress's Note: GAK SUKA GAK USAH BACA. OOC berlebihan menanti. Gue tau emang superduper jelek. Tapi bodoamatlah, gue ini yang bikin :P

--------------------------------------------

"Would you be my flower, forever?"

Jantungku berhenti berdetak atau bagaimana? Aku membeku. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku kaget. Aku bingung. Aku senang. Aku... Entahlah, semua terasa campur aduk.

"Yi Jeong sunb--."

"Setelah sekian lama ini kau masih juga memanggilku 'sunbae', Ga Eul yang? Hilangkan sunbae-nya," kata Yi Jeong menyelaku sambil tersenyum.

Senyum itu...senyum Yi Jeong-ku...senyuman yang memancarkan ketulusan, kerinduan dan...cinta.

Aku merasa jantungku seperti berhenti berdetak. Lihat senyuman itu...ya Tuhan, apa kau menciptakan laki-laki itu sebagai setengah dewa?

"Yi Jeong? Err ba..baiklah ka..kalau itu ma..maumu."

Teragap? Ah pintar sekali, Chu Ga Eul.

"Jadi bagaimana, Ga Eul yang?"

Oh my God. Kenapa aku jadi seperti ini? Aku merasa hampir gila. Bagaimana tidak? Seorang So Yi Jeong sang seniman terkenal dan salah satu dari empat orang laki-laki terkenal dan digilai para wanita diseluruh penjuru Korea yang mempunyai kekayaan yang aku tak pernah membayangkannya--walaupun sebenarnya aku sama sekali tak peduli seberapa kayanya dia--sekarang sedang berada di depanku, menyodorkan bunga ungu yang penuh dengan fotonya--yang sangat-sangat lucu, kuakui-- (A/N: AUTHORESS JUGA NGAKUU! ITU YANG DIFOTONYA IMUTTT SEMUAAAA hahaha) dan...melamarku, aku yang hanya seorang Chu Ga Eul, Chu Ga Eul yang seorang gadis Korea biasa dan dari keluarga biasa yang pernah bekerja paruh waktu di sebuah toko bubur dan sekarang bekerja disebuah taman kanak-kanak sebagai seorang guru. Apakah ini mimpi?

"Apakah ini mimpi?" kataku. Memang, aku belum benar benar yakin kalau ini semua adalah kenyataan.

"Hahaha perlukah aku melakukan sesuatu untuk membuatmu sadar?" Dia tertawa. Tertawa menertawakan kekakuan, kepolosan dan kebodohanku. Tapi aku suka caranya menertawaiku, entah kenapa.

"Hm? Mungkin."

"Okay. I'll prove that all real, very real and exactly not a dream."

Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekatiku.

"Terima ini," katanya sambil menyodorkan rangkaian bunga ungu dan fotonya itu padaku. Mau tak mau aku menerimanya. Aku akan ikut pada rencananya.

"Ga Eul yang, inilah kenyataan."

Semakin dekat, dekat, aku menutup mataku, dan dia menciumku.

Inilah So Yi Jeong. Bukan Yi Jeong sang 'Five-Seconds-Killer Cassanova', tapi So Yi Jeong yang tanpa topeng 'Cassanova'nya itu. Aku dapat merasakannya. Aku dapat merasakan ketulusannya, cintanya, dan juga usahannya untuk menyadarkanku, untuk membuatku percaya kalau semua ini bukanlah sebuah mimpi.

Dan sekarang, aku percaya. Aku percaya ini semua bukan mimpi. Inilah kenyataan. Walaupun kenyataan kadang memang tak bisa dipercaya, tapi yah, aku ulangi, inilah kenyataan.

"Sudah percaya, Ga Eul yang? Atau belum?" Dia menyunggingkan senyum nakal kepadaku, dalam arti dia-merencanakan-sesuatu-jika-aku-belum-percaya.

"Kalau belum, memang apa yang akan kau lakukan, So Yi Jeong?" Kataku sambil tersenyum menantang.

"Emm mungkin aku akan membawamu kedepan Jun Pyo, Jan Di, Woo Bin dan Ji Hoo dan aku akan menciummu didepan mereka sampai kau percaya."

"Kau tak akan bisa memaksaku untuk pergi kehadapan mereka, So Yi Jeong."

"Benarkah?"

Dia tersenyum. Senyum nakal. Dan aku tahu jika seseorang telah menyunggingkan senyum nakal, berarti dia pasti sedang merencanakan sebuah rencana konyol--cenderung gila, malah--. Ah biarkan saja.

"Tentu, weee!" Aku mengejeknya sambil tersenyum.

"Baiklah. Jika aku tak bisa memaksamu dengan kata-kata, aku akan melaksanakan rencana B."

"Rencana ap--."

Dia menggendongku dengan seketika, aku tak bisa berbuat apa-apa jika begini.

"SO YI JEOOOOONG! TURUNKAN AKU SEKARANG JUGA!" Aku berteriak sambil memukul-mukulkan rangkaian-bunga-ungu yang diberikannya di kepalanya.

"Hey hey, sakit tahu! Kau percaya atau tidak? Kalau tidak, aku tak akan menurunkanmu sampai kita berada di hadapan mereka." Dia tersenyum lagi. Tersenyum nakal lagi, tepatnya.

"Baik baik! Aku percayaa! Sekarang cepat kau turunkan aku!"

Akhirnya dia menurunkanku. Aku berdiri dengan sempurna. Lalu aku melihat rangkaian bunga tersebut. Satu fotonya hilang. Aku berbalik dan menemukan dua lembar foto itu di tanah, dan aku berjalan untuk mengambilnya, terlalu sayang untuk dibuang.

Aku mengambil foto itu dan menancapkannya kembali pada tempatnya.

"Ga Eul yang?" Dia memanggilku. Dan aku berbalik.

"We?"

Dia mendekat. Berjalan mendekatiku.

"Kenapa kau memungut foto-foto itu? Terlalu imut dan ganteng untuk dibuang ya? Hahaha." Ya. Kutahu, Yi Jeong memang narsis. Ehm, tapi itu kenyataan, sebenarnya.

"Bodoh."

"Ga Eul yang, dengarkan ini baik baik. Sekarang aku serius, kau mengerti?"

Aku mengangguk. Hal bodoh macam apa lagi yang direncanakan makhluk ini, eh?

Dia mengambil sebuah kotak dari sakunya, lalu berlutut didepanku dan membuka kotak itu. Isinya...cincin. Oh Tuhan, kuatkanlah aku, jangan sampai aku pingsan disini.

"Chu Ga Eul, maukah kau menikah dengan si brengsek So Yi Jeong ini?"

(Gak muat, lanjut di atas)

20.9.09

SoEul♥

Hello, amigo. Long time no see, eh? Maaf deh ehehe.

Okay, i have to tell you some 'hot news' hahaha. (Apatuh?) Yep. The newest think that i love. Menurut lo apa?

SoEul♥

Tau gak? Ah payah nih yang gak tauu huuu *shot* okeoke. SoEul itu julukan bukan couple. (Siapa emang?) Menurut luu? *digaprok*. Ehm. They're So Yi Jeong and Chu Ga Eul. Yang dari BBF ituloooh hahaha.

Kenapa gue bisa suka SoEul padahal gue pernah bilang kalo gue gak suka sama oriental face? INI SEMUA GARA-GARA TIARA. Hmph. Dia ngebawa DVD BBF kerumah gue dan nonton didepan saya hmph-.-

Ah sudahlah. Soal oriental face gausah dibahasss. Gue tau gue kemakan omongan sendiri-.- oke, back to the topic. (Topiknya apaan emang?) Hah? Iya yak apaan? *shot*. Okeokay topicnya SoEul kan? Wkwk

Kayaknya gak semua orang tau So Yi Jeong atau Chu Ga Eul ya? Haha kalo Kim Bum pasti tau kan? Kim So Eun? Kalo gak tau lu pada kudet nih bener bener hahaha.

Kenapa gue bisa suka SoEul? Soalnya mereka the cutest couple in Korea. Or maybe in the world? <- ini lebay. Ah sumpah itu orang dua bikin orang ngiri saking yang satunya super imut+cantik sama yang satunya super imut+ganteng. Oh my god. Btw, lu pada musti liat gambar wallpaper HP atau background Twitter gue. Itutuh mereka cute sumpah gakboong.

Eh hari ini lebaran kan ya? Minal aidin wal faidzin ya, amigo. Maafin kalo gue ada salah, oke? Okedong *shot*. Ditunggu ketupat sama opornya XD *dilempar ketupat semen*

Ngomong-ngomong lebaran, tadi tante sama om gue pada dateng hehe. Dan ada seorang tante (?) yang demeeeen banget sama Korea wekekek. Nah, dia dateng pas gue lagi nonton BBF haha. Mau tau reaksinya pas ngeliat gue nonton?

Tante Tysa (T), Dea (D)

T: "wah BBF, suka juga?"
D: "ehe" *senyumsenyum gaje*
T: "suka siapa di BBF? Kalo tante sukanya sama Jun Pyo."
D: "GHOZI AWAS JANGAN DIDEPAN TV ITU YI JEONG-NYA MUNCUL TUH SAMA GA EUL LAGI. Eh itu, tan hehehe" *sambil senyumsenyum gaje lagi terus nunjuk Ga Eul sama Yi Jeong*
T: "oh Yi Jeong? Ah ABG pada suka Kim Bum, memang. Yah kenapa kamu gak bilang dari lama kalo suka BBF? Tau gitu tante bawain itu gambar-gambarnya Yi Jeong... Ada yang sama Ga Eul, lagi."
D: *shock* "yah sukanya baru, tan hehehe."
T: "oh yaudah, nanti kapan kapan kalo kamu dateng kerumah ya"
D: "sip hehe."

si Tantenya udah mau balik badan pas guenya mulai gila,

D: "Almost paradisee" *nyanyi opening song-nya BBF*
T: *balik badan lagi kearah gue* "kalo lagunya mau ga, de?"
D: *shock lagi* we? OST-nya? Boleh ehe. *sumringah*
T: "bentar ya, de" *menuju tas*

beberapa detik kemudian,

T: "nih buat kamu aja, tante punya copy-annya" *sambil ngasih CD*
D: *cengo*

dan gue punya firasat kalo gue gak dapet THR. dan ternyata...... Bener-.- yak saya akhirnya menemukan Tante yang asik HAHAHA.

Eh tadi gue main kembang apiloh bareng Cindy, Audy dll haha tapi kembang apinya kaya yang ada di BBF pas Yi Jeong lagi ada di ice skating area waktu ngedate sama Ga Eul haha. Keren loh kembang apinya, i love it. Jadi gak kebayang gimana perasaannya Ga Eul waktu si Yi Jeong ngejentikin jari terus muncul deh fireworks gitu hahaha.

Ah~ THR taun ini gak bisa diharepin~ masa cuma dapet 72rb? Apa apaan tuh? Ckck

Oke, that's all from me, Dea pamit, ¡Adios!

6.9.09

Just Some Photo Share :)

Holaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! eh eh gue pernah janji kan mau ngasih liat fotonya Klaus-ku? Nih gue kasih liat sekarang.


Liat itu senyumnya. Cool abis sumpah ga nahan. Gue sih Melting sama yang ini hoho
.



Yang ini juga ya Allah. Lu pada mesti liat pas scene yang ini. Sumpah senyumnya buseeeeeeeet




Yang ini jugaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa gue melting liat senyumnya oh my god. Gue belom nemu orang yang senyumnya kaya Klaus




Keluarga bahagia hahaha. Kiri kekanan: Istri sama suaminya yang lagi gendong anaknya haha



Hohoho suami yang terlihat protective, eh? hahahaha. liat deh itu berdua cocok abis hehehe


Oke, sementara itu dulu yaaaaa :)

Btw, Blog ganti warna terus chatbox menghilang. Kenapaaaaa? Next posting, okay?

Yeah. That's all from me, Dea pamit, Adios!

26.8.09

Between Slytherin, Ravenclaw and Hufflepuff

¡Hola Amigo! Hemmm.

Hah tadi malem gue baru dapet kejutan dari Behind The Magic RPG Harry Potter Forum. Apakah kejutan itu? Heem. Gue dimasukin RAVENCLAW kawan, yak sekali lagi, RAVENCLAW.

Gue ampe sesek you know? Parah abis. Sejak kapan Slytherin kaya gue bisa match di Ravenclaw? Astagaaaaaaaa. dan character gue, si Hayley V. Chant, merupakan cewe satu-satunya di kelas 1 term 2005-2006 yang masuk Ravenclaw. Bagus banget tuh hmm-.-".

Kalo gak Slytherin, Hufflepuff deeeh banyak cewe-nya tuh huaaaaa :''(. Tapi yaaa, mau gak mau gue harus terima yegak? Soalnya, kata Profesor Sifa, guru Astronomi yang nyeleksi, keputusan tidak dapat diganggu gugat. Heem.

Oke. Sekarang sih gue udah mulai bisa nerima kalo si character gue itu dicemplungin ke Ravenclaw-.- Jadi, mulai sekarang, character gue (yang berarti gue juga) adalah bagian dari Ravenclaw. Dan gue bakal usaha biar Ravenclaw menangin piala asrama lagi kayak term 2004-2005 :) gue harus berperan dong yaaa kali aja nanti gue kepilih jadi prefek Ravenclaw buat term gue hahaha *ngarepmen*.

Yaah setelah gue pikir-pikir, Ravenclaw isn't bad lah. Violet Baudelaire sama Klaus Baudelaire pun kalo masuk Hogwarts pasti masuknya Ravenclaw yegak? Heem. Oh iya, character itu gue bikin half-Baudelaire loh. Jadi ceritanya, character gue itu anaknya Violet XD tapi Baudelaire-nya itu ceritanya Pure-Blood Wizard Family XP. Hahaha.

Hikmah dari dicemplunginnya character gue ke Ravenclaw adalah: pihak BTM menganggap character yang gue bikin itu Ravenclaw yang pastinya udah ketauan pinter. Jadi, siapakah yang ngejalanin character itu? Gue kan? Jadi secara tidak langsung, pihak BTM nganggep gue pinter HAHAHAHAHA XD *sableng*

Oke. Cukup untuk cuap-cuap gue tentang Ravenclaw.

Now, Hufflepuff.

Ada apa dengan Hufflepuff? Heem gini. Gue kan kepilih jadi salah satu pengurus group HPFI di Facebook. Nah gue ditawarin jadi pengurus Hufflepuff, yaah kalo mau dibilang Prefek juga okelah.

Yang gue masalahin, apa ngga papa seorang pure Slytherin kaya gue jadi prefek Hufflepuff? Sebenernya gue sendiri juga punya pilihan. Prefek Hufflepuff atau prefek Slytherin.

Tapi kenapa gue keliatannya lebih prefer ke Hufflepuff? Soalnya kalo Hufflepuff, partner gue (a.k.a Head-House-nya) udah ketauan. Setidaknya, gue tau lah dia siapa. dan dia sendiri juga bukan Hufflepuff, tapi dia Gryffindor. Hm.

Tapi kalo Slytherin, I haven't know who is my partner. Kalo di FB apa aja bisa terjadi kan? Kali aja dia alay gitu. Hm. Kemaren aja gue nemu dua pengurus yang yaah you know, gahul. dan gue males kalo partner gue alay.

Tapi gue udah confirmed sama admin group-nya bahwa oke, i can being a Hufflepuff prefect.

Btw, Hufflepuff itu my second choise after Slytherin loh! Hahaha so gue, oke oke aja kalo dijadiin Hufflepuff XP

Yang gue takutin, apa anak-anak yang masuk Hufflepuff ga gimanaaaaa gitu ya ngeliat prefek-nya itu seorang Slytherin? Ckck. Yaaah bodoamat lah hahaha.

Sekarang, my realy house, Slytherin.

Setidaknya di HPI gue masih ber-title 'Slytherin' dan gue ga akan pernah minta pindah.

Blog gue juga judulnya masih I'm Proud To Be A Slytherin kan?

Di FB juga masih kepampang jelas kan gue di asrama mana?

Cururururururu~ I'm still proud to be a Slytherin. And i'll never leave my house :) hihi.

Btw lagi, udah bulan puase yak! Kalo gitu aye mau minta maaf kalo gue sering freak, sering gila dan kawan kawannya ya. Hehe. Mohon dimaafkan XD

Oke, sekian kegilaan gue untuk hari ini. That's all from me. Dea pamit, ¡Adios!

18.8.09

Baudelaire!

¡Hola Amigo! ¿Como ├ęstas eh? Hahaha. Maaf lama ga posting lagi superduper males hmmm.

Eh, ada cowo ganteng yang bakal gue kenalin sama anda anda sekalian nih HAHAHA.

Namanya Liam Padraic Aiken♥. Pemeran KLAUS BAUDELAIREku♥ di film Lemony Snicket's A Series of An Unfortunate Events. Lahir 7 Januari 1990 ga jauh jauh amat sama gue HAHAHA.

DIA PERNAH DICAST BUAT HARRY POTTER! But, he's not a British, okay, so, he CAN'T.

Tapi emang lebih baik jadi Klaus Baudelaire daripada jadi Harry Potter HAHAHA.

Di film Lemony Snicket's A Series of An Unfortunate Events juga ada yang cantik uouo. Namanya Violet Baudelaire, kakaknya Klaus tapi menurut gue lebih cocok jadi pacarnya HAHA. Dia mirip Demi Lovato hehehe.

Foto-foto nyusul ya. Pokoknya jangan lupa nonton Lemony Snicket's A Series of An Unfortunate Events.

Okay, that's all from me, Dea pamit, ¡Adios!